Jepang Butuh 47.550 Tenaga Kerja, Kemenperin Siap Pasok Sdm Dari Indonesia

SUARABMI.ID - Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan sumber daya insan (SDM) industri yang kompeten dari Indonesia untuk bekerja di Jepang. 

Hal ini sebagai kepingan dari respons terhadap regulasi mengenai visa kerja gres untuk tenaga kerja aneh di Jepang pada 14 sektor bidang usaha, yang mulai berlaku pada 1 April 2019. 

“Kami tentunya menyambut baik adanya peraturan tersebut. Ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia yang sedang menggalakkan kegiatan peningkatan kualitas SDM melalui aneka macam kegiatan pendidikan dan pembinaan vokasi industri,” sebut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto dikutip dari siaran persnya, Senin (18/3/2019). 

Harjanto mmenyampaikan hal itu, sesudah bertemu dengan perwakilan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI) Jepang, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, serta Japan External Trade Organization (JETRO), beberapa waktu lalu. 

"Ini sebagai wujud transfer pengetahuan,” ujarnya. Dia menjelaskan, Kemenperin memiliki sejumlah kegiatan pendidikan dan pembinaan vokasi industri guna menghasilkan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan perusahaan ketika ini, terutama dalam kesiapan memasuki kala industri 4.0. “Misalnya, kami punya kegiatan pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri,” sebutnya. 

Dengan adanya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, beliau menyakini hal itu bisa menjadi jembatan untuk perembesan SDM industri Indonesia. “Sebagai bentuk akad Kemenperin dalam peningkatan kualitas SDM, khususnya di sektor industri, kami telah membentuk unit eselon 1, yaitu Badan Pengembangan SDM Industri. Jadi, kami berkomitmen untuk membantu permasalahan kekurangan SDM industri di Jepang,” ucapnya. 

Harjanto optimistis, SDM industri Indonesia akan menjadi pilihan terbaik bagi sejumlah industri di Jepang. “Sebab, SDM industri Indonesia populer sangat cocok bekerja di Jepang mengingat huruf masyarakat Indonesia yang selalu fokus, sopan, serta respect,” ungkapnya. 
[ads-post]
Sementara itu Ikeda dari METI menyebutkan, selama ini permasalahan kekurangan tenaga kerja di Jepang sangat terbantu dengan adanya kegiatan pemagangan, termasuk akseptor pemagangan dari Indonesia. 

Namun, lanjut Ikeda, jikalau mengandalkan dari akseptor magang, tentu tidak bisa mencukupi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. 

Dengan diberlakukannya visa kerja baru, akseptor magang yang telah menuntaskan programnya berkesempatan untuk bekerja di Jepang dengan visa kerja keterampilan khusus. 

Dalam bagan visa kerja tokuteiginou, kebutuhan tersebut sanggup dipenuhi dari akseptor magang yang telah kembali ke Indonesia. 

Selain itu, ada juga jalur melalui pemegang visa pendidikan (ryugakusei), atau tenaga kerja gres yang belum pernah bekerja di Jepang, namun memiliki kemampuan bahasa dan tingkat keterampilan (skill) yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang. 

“Kami berharap, untuk sourcing yang terakhir ini, ujian keterampilan bisa dilaksanakan di Indonesia, dengan standar yang ditetapkan sesuai kebutuhan industri di Jepang. Oleh sebab itu, kami merasa perlu berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, semoga bagan visa kerja gres tersebut sanggup dilaksanakan dengan baik dan bermanfaat bagi aneka macam pihak,” tandasnya. 

Berdasarkan catatan METI, total kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada 14 bidang perjuangan pada tahun pertama ini akan mencapai 47.550 orang, yang terdiri dari sektor manufaktur sebanyak 15.400 orang mencakup industri materi baku, manufaktur mesin industri, serta industri terkait listrik dan gosip elektronik. 

Selanjutnya, industri galangan kapal dan industri kelautan, bengkel mobil, industri penerbangan, serta industri masakan dan minuman. 

Diproyeksi, pada lima tahun ke depan, total kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada 14 bidang usaha, akan mencapai 345.150 orang, dengan sektor industri sebanyak 87.650 orang.

Sumber https://www.suarabmi.com

Visa Dipermudah, Magang Di Jepang Dapat Pribadi Kerja

SUARABMI.COM - Mulai bulan depan, warga negara gila yang magang di Jepang bisa eksklusif bekerja di Jepang tanpa repot mengurus ulang visa bekerja. Delegasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian (METI) Jepang, Yoko Ikeda, menuturkan bahwa terhitung 1 April 2019, akan diberlakuan visa kerja gres untuk tenaga kerja gila pada 14 sektor bidang pekerjaan.

"Selama ini Jepang sangat terbantu dengan aktivitas pemagangan, termasuk akseptor pemagangan dari Indonesia. Dengan diberlakukannya visa kerja gres tersebut akseptor magang yang telah menuntaskan aktivitas magang, berkesempatan bekerja di Jepang dengan visa kerja keterampilan khusus atau dalam bahasa Jepang disebut tokuteiginou," ucap Ikeda dalam siaran pers di Jakarta, Selasa 19 Maret 2019.

Dalam denah visa kerja tokuteiginou tersebut, Ikeda berharap akseptor magang yang telah pulang ke Indonesia bisa kembali bekerja di Jepang. "Selain itu, ada juga jalur melalui pemegang visa pendidikan (ryugakusei), atau tenaga kerja gres yang belum pernah bekerja di Jepang, namun memiliki kemampuan bahasa dan tingkat keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang," kata dia.
[ads-post]
Kementerian Ketenagakerjaan eksklusif menyatakan siap memenuhi kebutuhan Jepang akan tenaga kerja asal Indonesia. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kemenaker, Bambang Satrio Lelono mengatakan, Indonesia percaya diri bisa membantu Jepang.

"Saya menyambut baik kunjungan ini sebab pada waktu yang sama pemerintah Indonesia juga sedang fokus dan memperlihatkan prioritas pada aktivitas peningkatan kualitas SDM," ungkapnya dalam siaran pers yang sama.

Kemenaker memang tengah fokus menggenjot peningkatan kompetensi SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Satrio optimistis lulusan BLK bisa bersaing di dunia industri, baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk di Jepang. "Kami akan menyesuaikan sistem training di BLK dengan kebutuhan sektor industri, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia," tutur dia. 

Sumber https://www.suarabmi.com

Australia Tambah 5.000 Kuota Visa Untuk Tenaga Kerja Indonesia (Tki), Minat? Gajinya Gede Loh, Segini

SUARABMI.COM - Australia menambah kuota visa bagi tenaga kerja Indonesia hingga 5.000 orang. Hal ini disepakati dalam perjanjian perdagangan bebas antar dua negara tersebut.

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kuota visa untuk tenaga kerja dan berlibur dikala ini hanya berjumlah 1.000 orang. Kemudian di tahun pertama ditargetkan meningkat menjadi 4.100 orang.

Adapun, kenaikan rata-rata dibutuhkan sebanyak 5% per tahun hingga kuota visa bekerja dan berlibur mencapai 5.000 orang per tahun.

"Kita sanggup suplemen kuota visa untuk bekerja dan berlibur di Australia, sebelumnya 1.000 visa menjadi 4.100 di tahun pertama implementasi IA-CEPA," jelas beliau usai penandatangan kolaborasi di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (4/3/2019).
[ads-post]
"Dengan kenaikan kuota 5% per tahun hingga dengan 5.000 orang per tahun," ungkap dia.

Adapun, visa bekerja dan berlibur atau work and holiday visa (WHV) merupakan visa dengan masa berlaku satu tahun lamanya. Visa tersebut didedikasikan bagi individu berusia 18-30 tahun.

Sebagai informasi, perjanjian kolaborasi ini memakan waktu perundingan hingga 9 tahun lamanya. Proses kerjasama awalnya dibuka di tahun 2005 lalu terhenti di tahun 2016 hingga kesudahannya disepakati di tahun 2019. 

Jumlah orang Indonesia di Australia dikala ini sebanyak 60.000 orang dan 10.000 orang dari jumlah itu yakni TKI.

Kelebihan bekerja di Australia, kata dia, pertama, honor tinggi yakni 700 dolar Australia per ahad atau sekitar 7 juta per minggu. Kedua, sumbangan terhadap tenaga kerja di sana termasuk untuk tenaga kerja gila sangat bagus.

Sumber https://www.suarabmi.com

Kekurangan Tenaga, Taiwan Akan Datangkan 450 Tki Bulan Depan Untuk Dilatih Dan Dipekerjakan Di Sektor Pertanian | Buruan Daftar

SUARABMI.COM - Otoritas pemerintah Taiwan akan mengizinkan lebih dari 450 cowok asal Indonesia untuk tiba dan bekerja ke Taiwan pada bulan depan untuk membantu meringankan problem pelik yang dihadapi Taiwan ketika ini yakni minimnya sumber daya insan (SDM).

Akibat kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian Taiwan, Ketua Dewan Pertanian (COA) Taiwan Chen Chi-chung dalam konferensi pers pada hari Jumat (08/03) menyampaikan bahwa pihaknya mengambil kebijakan untuk membuka lowongan bagi tenaga kerja asal Indonesia (TKI) untuk mengisi posisi tersebut.

Berbicara pada sidang legislatif, Chen menyampaikan bahwa sekitar 450 warga negara Indonesia (WNI) akan tiba di Taiwan pada bulan April dan berguru keterampilan di bidang pertanian di stasiun penelitian dan penyuluhan pertanian Taiwan selama dua sampai empat minggu.

Para TKI ini kemudian akan bekerja di banyak sekali sektor pertanian yang terbagi di seluruh wilayah bab di Taiwan. Namun Chen tidak menyebutkan berapa usang para TKI tersebut sanggup tinggal dan bekerja di Taiwan.
[ads-post]
Menurut kepala pertanian Taiwan, aktivitas ini berpola sesudah sistem magang yang dilakukan oleh pemerintah Jepang yang memungkinkan perusahaan Jepang untuk mendapatkan pekerja terampil gila dari negara berkembang untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja yang dihadapi negara tersebut.

Program itu telah menguntungkan pemerintah Jepang dengan membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja sambil juga memperlihatkan keterampilan magang yang sanggup dibawa pulang oleh pekerja migran sebagai penambahan skill mereka dan sanggup dipakai untuk berbagi negara mereka sendiri sesudah kembali dari perantauan.

Langkah-langkah lain juga sedang direncanakan oleh forum pemerintah lainnya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang ketika ini dialami oleh bidang pertanian Taiwan.

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan pada tanggal 30 Januari kemudian telah menyetujui penggunaan pekerja gila di sektor peternakan sapi perah dan sektor pameran pertanian. Dimana kebijakan tersebut akan berlaku paling cepat di bulan Juli mendatang.

Pada sidang legislatif yang sama yang digelar pada harui Jumat, Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) Chiu Yi-ying mempertanyakan apakah dengan langkah ini sektor pertanian Taiwan akan sanggup memasok makanan ke Jepang selama Olimpiade Tokyo di tahun 2020 mendatang.

Chen menyampaikan pemerintah Taiwan sedang mengerjakan dua taktik untuk mencapai tujuan itu. Salah satunya yaitu membantu petani Taiwan mematuhi standar keamanan pangan Jepang dan yang lainnya yaitu menstabilkan dan terus meningkatkan volume ekspor ke Jepang bahkan ketika harga pangan tengah mengalami fluktuasi.

CNANews, Focus Taiwan, Indogo

Sumber https://www.suarabmi.com

Jumlah Tki Tertinggi Sejatim (35.400 Tki) Bupati Ponorogo Luncurkan Layanan Untuk Permudah Tki Berangkat Keluar Negeri Lagi

SUARABMI.COM - Bupati Ponorogo melaunching kantor layanan terpadu satu atap penempatan dan dukungan pekerja migran Indonesia (LTSA PPPMI) di lingkungan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ponorogo Jln Budi Utomo No 12 Kelurahan Ronowijayan Kecamatan Siman Ponorogo pada Rabu (27/2/2019).

Dengan adanya LTSA PPPMI dimaksudkan untuk lebih memudahkan kepada masyarakat bumi reyog ini yang akan pergi bekerja ke luar negeri.

“Dengan adanya LTSA PPPMI ini keberangkatan ke luar negeri sanggup dipermudah. Mengurus di Ponorogo saja sudah bisa,” katanya.

Jumlah pekerja migran dari Ponorogo, Ipong menyebut ada sekitar 35.400 orang, yang mana itu merupakan jumlah tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Dan itu sangat berkontribusi besar dan signifikan dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Ponorogo. Dari total PDRB sekitar 6 trilyun, pekerja migran itu menyumbang sebesar 1,9 trilyun.
[ads-post]
“30 persen PDRB bersumber dari pekerja migran Indonesia dari Ponorogo,” katanya.

Dengan donasi yang besar tersebut, Pemkab Ponorogo membangun kantor LTSA PPPMI untuk mewujudkan efektifitas dan efisiensi dan transparansi dalam pengurusan dokumen. Selain itu juga untuk meminimalisir perkara PMI ilegal, dan human traficking.

“Tidak ada alasan lagi PMI ilegal, sebab kini mengurusnya gampang. Selain itu dengan adanya LTSA PPPMI ini mereka yang bekerja ke luar negeri lebih terlindungi dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan,” pungkasnya.

Launching LTSA PPPMI ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementrian Tenaga Kerja RI, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Setiajit. Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, Bedianto. perwakilan BNP2TKI dan sekitar 500 orang calon pekerja migran Indonesia dari Ponorogo.

britajatim

Sumber https://www.suarabmi.com

Yes, Mol Taiwan Restui Peternak Mempekerjakan Tki Dengan Honor Minimal Nt$ 28.000

SUARABMI.COM - Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan menyampaikan Selasa kemarin (9/4) bahwa peternakan sapi perah akan diizinkan untuk mempekerjakan sampai 400 pekerja migran dalam upaya membantu menuntaskan duduk perkara kekurangan tenaga kerja di sektor itu, mulai hari selasa kemarin. 

Hsueh Chien-chung (薛 鑑 忠), kepala seksi di Badan Pengembangan Tenaga Kerja kementerian, menyampaikan bahwa peternakan sapi perah yang berkualitas sanggup mempekerjakan pekerja migran sesuai dengan mekanisme untuk merekrut pekerja lokal. 

Menurut MOL, peternakan sapi perah dengan minimal 80 ekor sapi yang dikala ini mempekerjakan setidaknya empat pekerja peternakan lokal akan memenuhi syarat untuk melamar satu pekerja migran, dengan upah bulanan minimum NT $ 28.000 (12,8 Juta).

Selain itu, Taiwan juga akan mengizinkan sampai 450 perjaka Indonesia untuk bekerja di sektor pertanian setiap tahun di bawah aktivitas magang pertanian, dengan kelompok pertama yang terdiri dari 75 orang diperkirakan akan datang pada bulan Mei, pejabat Dewan Pertanian (COA) resmi Su Meng-lan (蘇夢蘭) mengatakan, menambahkan bahwa 118 peternakan telah mengajukan usul sehabis pengumuman aktivitas pada bulan Maret. 
[ads-post]
Rencana tersebut didasarkan pada sistem magang yang diterapkan oleh pemerintah Jepang yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk mendapatkan pekerja terampil absurd dari negara berkembang untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja, berdasarkan COA. 

Langkah-langkah lain juga sedang direncanakan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja pertanian Taiwan.

COA sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan asosiasi petani lokal untuk merekrut pekerja migran secara langsung, meskipun setiap asosiasi yang menentukan untuk melakukannya terlebih dahulu harus melalui tinjauan oleh pejabat COA, pemerintah kawasan dan para ahli, kata Su. 

COA mengadakan pertemuan pertama untuk membahas bagan rekrutmen pada 28 Maret, rancangan planning diperlukan akan selesai pada simpulan April, berdasarkan Su.

Sumber https://www.suarabmi.com

Setelah Berusaha Kabur 10 Hari, Dalang Pembunuhan Pekerja Migran Indonesia (Tki) Dan Philipina Di Taiwan Risikonya Tertangkap

SUARABMI.COM - Seorang laki-laki pekerja migran asal Filiphina ditangkap polisi Taiwan sehabis 10 hari bersembunyi alasannya yaitu menjadi dalang pembunuhan yang dilakukan kepada rekannya sesama awak kapal di kapal Weng Feng, Pingtung Taiwan.

Tersangka ditangkap di bahari pada sabtu kemarin sehabis anggota satuan kiprah khusus dari Taiwan membujuknya untuk mengalah dan ia akan dibawa kembali ke Taiwan untuk diinterogasi.

Pria itu yaitu dalang pembunuhan diatas kapal yang menewaskan 1 tenaga kerja Indonesia, 1 tenaga kerja Filipina dan mengakibatkan puluhan pekerja lainnya menyeburkan diri keluat alasannya yaitu ketakutan pada 20 Februari.

Pada dikala itu, kapal penangkap ikan yang terdaftar di Pingtung berlayar di Samudra Hindia, sekitar 1.540 mil bahari dari ibu kota Mauritius di Port Louis, membawa awak 24 ABK - tiga Taiwan, 10 Filipina dan 11 Indonesia.
[ads-post]

Kapten Wen Peng dan anggota awak yang selamat kemudian diselamatkan oleh kapal di kawasan itu tetapi tersangka Filipina tetap berada di kapal penangkap ikan dan tak mau menyerahkan diri.

Berdasarkan isu yang diperoleh satgas dari kapten Wen Peng, mereka berusaha mendekati kapal tetapi tidak dapat masuk ke kabin, tempat tersangka bersembunyi, alasannya yaitu kapal dan pintu dikunci secara elektronik.

Para anggota gugus kiprah kemudian di kapal mereka mulai berbicara dengan tersangka melalui toa. Setelah sekitar setengah jam kemudian, tersangka mengalah dan melompat ke laut. 

Pria itu dibawa ke atas kapal carteran dan akan dibawa kembali ke Taiwan untuk diinterogasi, sehabis itu ia akan diserahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Pingtung untuk penyelidikan lebih lanjut dari kasus ini.

focustaiwan

Sumber https://www.suarabmi.com

Gmptki Ajak Masyarakat Pecahkan Duduk Kasus Tki

 Terbatasnya lapangan pekerjaan dan kemiskinan menjadi salah  satu faktor yang mendorong p GMPTKI Ajak Masyarakat Pecahkan Masalah TKIKEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Terbatasnya lapangan pekerjaan dan kemiskinan menjadi salah satu faktor yang mendorong penduduk Indonesia bermigrasi keluar Negeri. Setiap tahun tidak kurang 800.000 warga negara Indonesia berangkat atau dikirim keluar negeri menjadi TKI.

Hal itu diungkapkan  Ketua Umum Benhard Nababan dalam program Sosialisasi Pembentukan Gerakan Masyarakat Peduli TKI (GMPTKI), di Galeri Omah Sendok, Jl. Empu Sendok No. 45, Senopati-Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at (24/02/12).

"Saat ini jumlah TKI diperkirakan tidak kurang dari 6 juta jiwa yang tersebar di 52 negara. 70 persen diantaranya yaitu wanita yang bekerja di sektor domestik (PRT Migran) dan 2 juta berstatus undocumented akhir keberangkatan atau pengiriman TKI yang tidak sesuai mekanisme dan overstayer," kata Benhard dalam program tersebut.

Dia menjelaskan, menurut sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk Indonesia mencapai 237.556.363 jiwa atau melebihi proyeksi nasional. Jika setiap tahunnya bertambah 3,5 juta jiwa, maka jumlah penduduk pada 2011 dapat mencapai 241 juta jiwa lebih.

"Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi bangsa Indonesia terutama dalam mengatasi problem pengangguran dan kemiskinan," jelasnya dalam program tersebut.

Dalam permasalahan tersebut Benhard mengajak elemen masyarakat untuk bergabung dalam GMPTKI memecahkan permasalahan TKI.

"Mari mengawal proses perbaikan regulasi terutama revisi UU No.39/2004 wacana Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri," tutupnya.

Sumber: KEDAIBERITA.COM
Url:  http://www.kedaiberita.com/index.php/Nasional/gmptki-ajak-masyarakat-pecahkan-masalah-tki.html
Sumber http://gmptki.blogspot.com

Mengaku Tak Ada Kerjaan Di Indonesia, Tkw Ini Nekad Bekerja Ilegal Dengan Menyamar Sebagai Pengunjung Casino Di Singapura Dengan Honor 14 Juta

SUARABMI.COM - Seorang perempuan Indonesia berusia 36 tahun yang mengaku berjulukan Tina menyampaikan kepada sebuah surat kabar Singapura perihal bagaimana ia dan pekerja migran ilegal lainnya dari Indonesia mengunjungi negara itu berulang kali dengan menyamar sebagai pengunjung kasino.

Tina setiap kali ke Singapura selalu berbohong kepada petugas imigrasi bahwa ia tiba untuk mencoba peruntungannya di kasino Marina Bay.

Segera sehabis ia diberikan izin untuk tinggal selama 23 hari, Tina bergegas ke Marina Bay Sands untuk memindai paspornya sebagai bukti telah mengunjungi kasino.

Dia tahu hal ini salah, memasuki Singapura dengan visa wisata untuk bekerja secara ilegal, tetapi ia mengklaim tidak punya pilihan sebab tidak ada pekerjaan yang tersedia di Indonesia.

Orang Indonesia ilegal dibayar S $ 8- $ 10 (84 ribu - 105 ribu) per jam, bekerja sebagai pekerja bangunan, pelayan restoran, pelayan atau petugas kebersihan rumah tangga.
[ads-post]
Banyak dari mereka berbaris setiap pagi di Kampong Kapor Road, alias Little India, mencari calon majikan yang akan menjemput mereka pada hari itu.

Seorang kontraktor konstruksi yang tak ingin disebutkan namanya menyampaikan kepada media bahwa mereka akan mencari pekerja sementara di sana sebab mereka memiliki etos kerja yang tinggi, tidak rugi mempekerjakan pekerja ilegal itu.

Sedangkan untuk Tina, ia sanggup menerima penghasilan sampai S $ 1.330 per perjalanan (14 juta), yang setidaknya sepuluh kali lipat dari apa yang sanggup ia dapatkan di rumah di Pulau Batam.

Dari Senin sampai Jumat, ia akan menjadi pekerja rumah tangga, dan pada selesai pekan, ia akan mencuci piring di jamuan pernikahan. Untuk mengurangi biaya, ia tidur di jalanan.

Kementerian Tenaga Kerja menjawab pertanyaan media yang menyampaikan bahwa mereka sedang menyidik dugaan acara perekrutan ilegal di Jalan Kampong Kapor.

Antara 2016 dan 2018, lebih dari 900 orang gila yang mengunjungi Singapura dengan visa perjalanan tertangkap bekerja secara ilegal, sementara 550 pengusaha dieksekusi sebab mempekerjakan pekerja ilegal.

Sumber https://www.suarabmi.com

Kdei Desak Majikan Untuk Liburkan Bmi Taiwan Ahad Depan Supaya Dapat Nyoblos, Berikut Daftar Tps Yang Dapat Didatangi

SUARABMI.COM - Perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan mendesak para majikan untuk meliburkan para BMI ahad depan (14 April) supaya mereka dapat menentukan calon presiden mereka dan menyalurkan suaranya.

Perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan menyurati para majikan pada tanggal 10 Maret kemudian supaya pada tanggal 14 April semua BMI diliburkan untuk memilih, kata Didi Sumedi, kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Indonesia.

Indonesia akan segera mengadakan pemilihan umum dan "setiap bunyi sangat berarti bagi perkembangan masa depan Indonesia," kata Sumedi. 
[ads-post]
Surat itu juga mencantumkan lokasi 34 kawasan pemungutan bunyi yang akan didirikan di seluruh Taiwan.

Menurut aturan Indonesia, warga negara yang berusia 17 tahun ke atas berhak memilih, termasuk warga negara yang ketika ini tinggal di luar negeri. 

Menurut statistik Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan, ada sekitar 269.000 pekerja migran dari Indonesia pada simpulan Januari 2019, menyebabkan negara itu sumber buruh migran terbesar di Taiwan. 


Sumber https://www.suarabmi.com

25.000 Tki Taiwan Tak Sanggup Menentukan Dalam Pilpres 2019 Alasannya Ialah Alasan Ini, Bagi Kau Yang Tidak Sanggup Undangan, Begini Cara Menyalurkan Hak Suaramu

SUARABMI.COM - Pilpres luar negeri akan diselenggarakan semenjak hari ini yaitu 8 sampai 14 April 2019 dimana khususnya di Taiwan akan dilaksanakan ahad nanti yaitu pada tanggal 14 April 2019.

Walaupun KDEI sudah mengeluarkan surat ijin untuk para majikan semoga meliburkan para TKI, namun banyak diantara TKI yang tidak sanggup menentukan atau menyalurkan suaranya pada tanggal 14 April nanti.

Setidaknya yang murni tidak sanggup menentukan ada lebih dari 25.000 TKI dimana mereka bersatus kaburan atau ilegal di Taiwan (data imigrasi Taiwan simpulan 2018), tidak memegang paspor sebagai syarat memilih.

Selain itu masih banyak juga TKI yang mengaku tidak sanggup libur alasannya yaitu tak diijinkan majikannya dan banyak yang enggan tiba alasannya yaitu tak sanggup undangan.
[ads-post]
Untuk yang tidak sanggup undangan, sanggup tiba ke TPS terdekat dengan membawa paspor dan e-KTP Indonesia untuk mengalurkan suaranya, alasannya yaitu semua warga Indonesia yang berusia 17 tahun atau sudah ber KTP wajib menyalurkan suaranya.

Makara jangan sia - siakan suaramu karena "Setiap suara sangat berarti bagi perkembangan masa depan Indonesia" Kata Sumedi, kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Indonesia.

Menurut statistik Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan, ada sekitar 269.000 pekerja migran dari Indonesia pada simpulan Januari 2019, hal ini akan sangat berarti pada pemilihan bunyi pemilu tahun 2019 ini.

Jangan menunggu ajakan apalagi 'amplop' dari calon yang kau pilih, datanglah dengan kesadaran hati, selamatkan Indonesia dari kehancuran dimasa mendatang, alasannya yaitu salah pilih presiden akan berakibat 5 tahun kedepan. Sampaikan amanahmu melalui pilihanmu, kawan...!

Sumber https://www.suarabmi.com

Karena Terjatuh Dari Lantai 3, Mantan Tki Asal Ponorogo Ini Jalani Hidup Dengan Satu Tangan

SUARABMI.COM - Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, justru menyisakan pengalaman kelam bagi Slamet Riyadi. Betapa tidak, selama menjadi TKI di Negeri Jiran, pria 68 tahun asal Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo ini justru kehilangan bab tangan kanannya.

Slamet masih ingat betul bagaimana kecelakaan kerja yang menimpanya tahun 2004 silam kemudian itu di Malaysia. Waktu itu, ia sedang mengerjakan proyek di lantai tiga. Tiba-tiba ia terjatuh dan sebuah balok beton penyangga lantai itu roboh menimpa tangan kanannya.

Saat itu juga, ia eksklusif dilarikan ke salah satu rumah sakit. Karena tulang tangan kanannya remuk, dokter mengambil tindakan amputasi. Langkah dokter itu terpaksa ia terima.

"Setelah kondisi aku sehat, aku memutuskan pulang ke Indonesia," kata Slamet ditemui di arel persawahan di desanya di sela pekerjannya memanggul padi, Sabtu (6/4/2019).

Memang, sejak pulang ke kampung halamannya, Slamet memutuskan untuk kembali bekerja jadi buruh tani. Meskipun dengan kondisi terbatas dan tidak menyerupai buruh tani lainnya, ia tetap semangat demi menghidupi keluarganya.
[ads-post]
Bila dilihat, ketika bekerja, tumpukan padi diraihnya memakai tangan kiri. Kemudian, tumpukan padi diletakkan di bahu kirinya sembari tangan kirinya memegang erat tumpukan padi tersebut. Pelan-pelan, Slamet meletakan padi ke akrab mesin penggilingan.

"Yang penting sehat, tetap semangat bekerja," tambah Slamet.

Menurutnya, keterbatasan hanya bekerja dengan satu tangan tidak lantas menciptakan Slamet Riyadi merasa rendah diri. Justru dari kekurangan itulah terus memompa semangat untuk bekerja.

"Apalagi aku tulang punggung keluarga. Saya menghidupi dua anak dan istri saya," ungkapnya.

Slamet kembali bercerita, sepulang dari Malaysia, ia sempat frustasi karena tidak sanggup bekerja kembali menjadi tukang bangunan. Namun keluarga dan teman-temannya terus menunjukkan motivasi. Belum lagi kedua anaknya yang membutuhkan biaya pendidikan.

Sejak itulah, Slamet memutuskan menjadi buruh tani menggarap sawah orang lain. Pekerjaan yang ia jalani menyerupai mencangkul, menanam padi dan mengurus sawah.

Bahkan dengan hasil jerih payahnya itu, ia bisa menyekolahkan anaknya sampai di dingklik perguruan tinggi tinggi.

"Selagi aku masih bisa dan sehat. Anak aku harus sekolah setinggi-tingginya, biar nasibnya tidak menyerupai saya," pungkasnya.


Sumber https://www.suarabmi.com

Tahap Awal Tahun Ini, Taiwan Butuh 450 Pekerja Migran Indonesia Sektor Pertanian, Begini Prosesnya, Tidak Sama Dengan Tki Biasa

SUARABMI.COM - Pemerintah Taiwan simpulan Maret kemarin secara resmi telah menyetujui perekrutan pekerja migran sektor pertanian dan rencananya akan mendatangkan sebanyak 450 orang pekerja asal Indonesia pada tahun ini.

Untuk perekrutan tahap pertama diperkirakan sebanyak 75 orang pekerja asal Indonesia yang lolos dalam "Program Praktik Pertanian Indonesia Taiwan" akan didatangkan ke Taiwan untuk praktik sebagai tenaga kerja di bidang pertanian pada simpulan bulan ini.

Sementara tahap selanjutnya akan dibagi menjadi tiga tahapan yang diadaptasi dengan kebutuhan dan seruan dari forum pertanian di Taiwan. 

Sebagaimana dilansir media newsmarket (9/4/2019), Sekretaris Eksekutif, kementrian pertanian Cai Pei-jun (蔡佩君) menjelaskan dikala ini implementasi dari "Program Praktik Pertanian Indonesia -Taiwan" yang didahulukan pelaksanakannya ialah sektor pertanian.

Cai Pei-jun lebih lanjut menambahkan, yang lolos dalam jadwal tersebut ialah mereka akan dikirim ke Taiwan terutama untuk ikut berguru "pelatihan teknis". Selanjutnya dilakukan investigasi dan evaluasi keterampilan sesuai dengan kebutuhan dari forum pertanian tersebut. 

Sementara berdasarkan forum pertanian dikala ini ada empat sektor yang sangat membutuhkan perekrutan pekerja migran, terutama sektor pertanian, sedangkan sektor peternakan, kehutanan, dan perikanan.

Sampai simpulan Maret 2019, sebanyak 118 forum pertanian yang telah mengajukan seruan untuk dapat merekrut pekerja asing, dan jumlah yang diharapkan sekitar 220 orang.

Permintaan terbanyak ialah sektor pertanian, kemudian sektor peternakan, sedangkan untuk sektor perikanan dan kehutanan lebih sedikit.

Lembaga pertanian menambahkan, setiap bulannya akan menawarkan pekerja yang mengikuti jadwal di atas pemberian hidup bulanan sebesar USD 600 atau sekitar 8juta rupiah.

Untuk menjadi penerima yang bakal dikirim ke Taiwan nanti tentunya harus melalui proses seleksi di Pusat Pelatihan Pertanian bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Pertanian Pusat.
[ads-post]
Berikut Persyaratannya:
Persyaratan Teknis
  • Berusaha tani/sendiri/wirausaha dan telah menekuninya selama paling kurang 2 lahun.
  • Aktif dalam acara kelompok tani.
  • Berkomitmen menyebarkan dan memajukan perjuangan pertanian sesudah kembali.
  • Memiliki lahan pertanian/peternakan dan pengalaman berusaha tani minimal 2 tahun.

Persyaratan Administrasi
  • Diusulkan oleh UPT Pelatihan Pertanian Pusat
  • Pria dan wanita. Berusia 19 – 36 tahun, diutamakan belum berkeluarga bagi laki-laki dan wajib belum berkeluarga bagi wanita.
  • Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
  • Tidak mempunyai tato dan cacat tetap.
  • Tidak buta warna maupun minus
  • Pendidikan minimal SLTA/sederajat, diutamakan bagi Iulusan SMKPP.
  • Jurusan pertanian/agribisnis/peternakan.
  • Tinggi tubuh minimal 160 cm dan 150 cm bagi wanita.
  • Belum pernah ke Jepang sebagai kenshusei atau diajukan sebelumnya sebagai pesena magang Taiwan.
  • Memiliki lahan pertanian/peterkan dan pengalaman berusaha tani minimal 2 tahun.
  • Memiliki kartu keluarga.
  • Melampirkan surat izin orangtua.
  • Menandatangani surat perjanjian tidak akan meninggalkan jadwal sebelum batas waktu selesai.
  • Dua/tiga kuota dikhususkan bagi non muslim untuk peternakan babi.
  • Berkomitmen menyebarkan dan memajukan perjuangan pertanian sesudah kembali.
  • Lolos seleksi calon penerima magang ke Taiwan yang dilaksanakan Pusat Pelatihan Pertanian.
  • Uang saku US$700/bulan
  • Penggunaan asrama/pemondokan, belanja kebutuhan sehari-hari, air, listrik, gas dilakukan secara berdikari dan dikenakan biaya.
  • Membayar asuransi kesehatan dan asuransi ketenagakerjaan selama magang di Taiwan.
  • Tiket Pesawat PP diperhitungkan selama di Taiwan dari uang saku peserta.
  • Diutamakan berasal dari wilayah kecamatan (maksimal 5 orang/kecamatan).


Sumber https://www.suarabmi.com

Proses Penyelamatan Berakhir, Petugas Selamatkan 5 Tki Dari Kapal Nelayan Taiwan Penuh Drama

SUARABMI.COM - Upaya pencarian terhadap enam anggota anak buah kapal (ABK) migran yang dikabarkan berasal dari Indonesia dan Filipina yang melompat ke bahari untuk melarikan diri akhir insiden berdarah di kapal dinyatakan berakhir.

Para ABK migran ini dilaporkan terpaksa melompat ke bahari untuk menyelamatkan diri dari seorang pekerja migra asal Filipina yang menikam rekannya dengan pisau di atas kapal penangkap ikan Taiwan.

Sementara itu laporan Taiwannews menyebutkan bahwa mayat salah satu korban yang dikonfirmasi merupakan pekerja migran asal Filipina dilaporkan juga hilang di laut.

Adapun identitas pelaku penyerangan ini yaitu seorang ABK Filipina yang diidentifikasi sebagai Aurelio Fronda.

Ia diduga memakai pisau untuk menyerang dua ABK asal Filipina ketika kapal nelayan Wen Peng yang terdaftar di Kotapraja Donggang di Kabupaten Pingdong tengah berlayar di bahari lepas pada tanggal 20 Februari lalu.

Menurut keterangan kantor budaya dan ekonomi Manila di Kaoshiung, kedua korban laki-laki asak Filipina meninggal alasannya yaitu luka-luka yang mereka alami. Selain itu pelaku juga melukai sejumlah ABK migran lainnya.
[ads-post]
Kronologi insiden menyebutkan pada pukul 3 pagi pada tanggal 20 Februari, perkelahian terjadi ketika kapten kapal mencoba melerai dua krunya yang tengah bertikai, berdasarkan Badan Perikanan (FA) Taiwan.

Beberapa anggota kru kapal kemudian dilaporkan melompat ke bahari untuk melarikan diri dari penyerang, enam di antaranya tidak pernah terlihat lagi, termasuk lima orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dan satu orang ABK asal Filipina yang diidentifikasi sebagai Rizaldy Viernes.

Pada tanggal 4 Maret, operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan enam ABK migran yang hilang dihentikan. Mayat salah satu korban ABK Filipina berjulukan Jesus Opena, disimpan di lemari pembeku kapal, berdasarkan pamannya Karpov Ablang.

Namun, badan korban pekerja Filipina lainnya, yang diidentifikasi sebagai Carlito Florida, sepertinya dibuang ke laut, dan jasadnya belum ditemukan. Anggota keluarga korban menyampaikan mereka frustrasi dengan proses penyelamatan korban yang dinilai berjalan begitu lambat.

Ablang menyampaikan keponakannya juga bekerja di kapal Wen Peng semenjak final Januari tahun ini dan bekerja sebagai juru masak kapal. Dia menyampaikan Opena yaitu seorang Kristen yang taat, ayah dan suami yang peduli, dan seorang pekerja keras.

Pemulangan mayat Opena ke Filipina akan dimulai sehabis akta final hidup dikeluarkan oleh jaksa penuntut. Namun, Ablang menyampaikan bahwa keluarga berharap semoga pemulangannya dipercepat.

Kapal nelayan Taiwan, Wen Peng dijadwalkan tiba di Kaohsiung pada tanggal 15 atau 16 Maret mendatang. Tersangka agresi penikaman ini akan menghadapi pidana di pengadilan Taiwan dan tidak akan dibawa pulang ke Filipina.

Keluarga Opena menyampaikan mereka pada kesudahannya mencari keadilan, tetapi prioritas mereka ketika ini yaitu identifikasi dan pemulangan mayat Opena ke Filipina.


Sumber https://www.suarabmi.com

37 Tki Ilegal Diamankan Polisi Dikala Akan Kembali Ke Tanah Air

Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengamankan 37 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Malaysia. Dari 37 orang tersebut, 18 TKI diamankan di sebuah halte di daerah Legenda Malaka, Batam Centre, Batam pada Senin (11/3) sekitar pukul 23.30 WIB lalu.

Kabid Humas Polda Kepri, Komisaris Besar S Erlangga menjelaskan, mereka diamankan bersama seorang pengemudi minibus. Ketika itu mereka diketahui gres saja bergerak dari lokasi persinggahan di perairan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Batam.“Mereka rencananya akan dibawa ke sebuah tempat penampungan sebelum alhasil dikirim kembali ke tempat asal mereka,” ujar Komisaris Besar S Erlangga dalam ekspos di Mapolda Kepri, Selasa (12/3) sore.
Tim yang berhasil mengamankan ke-18 TKI ini, kemudian melaksanakan pendalaman. Dari sini diketahui ada 19 TKI lain bersama seorang pengurus yang sebelumnya telah hingga ke Batam terlebih dahulu.

“Diselidiki lagi, diamankan satu pengurus penampung di Bukit Raya Batam Centre. Ditemukan pagi sembilan belas pekerja migran ilegal sebagai korban. Kaprikornus total ada tiga puluh tujuh TKI ilegal yang diamankan,” kata Erlangga menjelaskan.

Tim yang berhasil mengamankan ke-37 TKI ilegal dan dua tersangka berinisial MR, 39 dan N, 31 ini, kemudian membawa pelaku dan korban di Mapolda Kepri untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari keterangan beberapa korban, agresi nekat mereka dilakukan sebab memang keberadaan mereka di Malaysia tidak disertai dokumen. Sementara cita-cita untuk pulang pada momen menjelang lebaran ini sudah direncanakan.
[ads-post]
Sehingga, pilihan satu-satunya yaitu melalui jalur tidak resmi. Walaupun mereka harus menanggung resiko dan membayar uang dengan jumlah yang tidak sedikit dan tertangkap oleh pihak keamanan.

Dalam prosesnya, mereka harus melewati banyak sekali rintangan. Mulai dari menerobos lebatnya hutan dengan berjalan kaki, kemudian berenang ke bahari untuk hingga ke kapal yang akan mengangkut mereka ke daerah Indonesia, dan kembali berenang untuk hingga ke wilayah Indonesia, tepatnya di perairan Tanjung Sengkuang, Batam.

“Ketika diamankan mereka dalam posisi basah, sebab dari pengakuannya mereka harus berenang untuk hingga ke pinggirian,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, Kompol Dani Catra Nugraha.

Dari ke-37 TKI ini, diketahui 32 diantara yaitu pria dan sisanya lima orang yaitu perempuan. Sebanyak 31 dari mereka berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tiga orang dari Bengkulu, dua dari Karawang, dan satu orang berasal dari Sulawesi Tenggara.

Para korban selanjutnya akan diserahkan kepada BNP3TKI untuk proses pemulangan mereka ke daerah asal. Sementara untuk kedua tersangka yang mengurusi kepulangan mereka secara ilegal ini, akan menjalani proses aturan lanjutan.

Keduanya dijerat dengan pasal 120 Undang-undang RI No. 6 tahun 2011tentang Pelanggaran Keimigrasian, dengan bahaya eksekusi 15 tahun penjara.

“MR dan N ini diketahui sudah melaksanakan aksinya semenjak enam tahun lalu, mereka tidak tiap bulan melaksanakan aksi. Tergantung seruan dari jaringannya yang ada di Malaysia, yang niscaya sudah lebih dari sekali,” papar Dani.

Sumber https://www.suarabmi.com

Beli Kripik Kentang Dengan Kartu Oktopus Anak Majikannya, Tkw Indonesia Di Hongkong Didenda Hk$100 Dan Diusir Pulang Indonesia, Padahal Gres Bekerja 6 Bulan

SUARABMI.COM - Seorang tenaga kerja Wanita Indonesia didenda HK$100 dan diperintahkan untuk pulang Indonesia dalam kurun waktu 2 ahad sehabis ia mengakui perbuatannya dimana ia mengaku telah memakai kartu octopus anak majikannya untuk berbelanja keripik kentang dikala majikannya keluar untuk makan malam.

Densi, 30 tahun, gres bekerja di majikan itu selama 6 bulan dimana ia mengurus keluarga empat orang, termasuk bocah tujuh tahun dan seorang gadis 10 tahun. 

Awalnya Densi membantah telah memakai kartu Octopus untuk membeli tujuh bungkus keripik dari mesin penjual otomatis, namun majikannya, Michelle terus mendedesnya sebab isi oktopus berkurang  HK $ 40.
[ads-post]
Michelle menyampaikan Densi telah meminta dispensasi eksekusi dan yang lain mencoba membujuknya untuk tidak melaporkan problem tersebut kepada polisi sebab jumlahnya hanya sedikit.

Namun, Michelle percaya bahwa rasa saling percaya antara pekerja rumah tangga dan majikannya telah dihancurkan, dan bahwa beberapa keluarga lain mungkin akan mengalaminya kalau beliau hanya dipecat.

Michelle dan suaminya percaya bahwa insiden itu telah menawarkan kepada bawah umur mereka bahwa kesalahan apa pun harus dihukum, tidak peduli berapa pun jumlah uangnya.

Sumber https://www.suarabmi.com

Tertangkap Ketika Jualan Dihari Libur, 2 Tkw Hongkong Diadili Hari Ini Dan 3 Bmi Lainnya Dengan Tuduhan Pencurian, Tak Membayar Hutang Dan Overstay

SUARABMI.COM - Dua orang tenaga kerja Indonesia di Hongkong, Herlina Supriyati dan Nur Khimatul Kharisoh disidangkan hari ini di Eastern Magistrates Courts dengan tuduhan berjualan tanpa ijin atau berjualan ilegal dan pelanggaran visa kerja.

Herlina Supriyati, TKW asal Lampung dan Nur Khimatul Kharisoh keduanya akan disidangkan dalam pengadilan yang sama dan tuduhan yang sama.

Disamping kedua BMI yang diadili alasannya yaitu berdagang, ada empat BMI lain di Hong Kong yang hari ini juga menghadapi persidangan. Mereka yaitu Nur Aisyah, Aprilia Ningsih Susanti, Siti Sulastri, dan Nurhayati.

Nur Aisyah diadili di Kwuntong Magistrates Court’s dengan tuduhan tinggal secara ilegal atau overstay di Hong Kong. Perkara yang membelit Nur Aisyah ini terdaftar dengan nomor kasus STCC444/2019.
[ads-post]
BMI kedua yang diadili di pengadilan yang sama yaitu Aprilia Ningsih Susanti. BMI Asal Malang ini juga menghadapi tuduhan yang sama dengan Nur Aisyah, yaitu tuduhan pencurian. Perkara Aprilia, di pengadiln Kwuntong terdaftar dengan nomor kasus STCC445/2019.

Sedangkan BMI ketiga yang diadili di pengadilan Kwuntong hari ini yaitu Siti Sulastri. Sama dengan kedua BMI sebelumnya (Aprilia dan Nur Aisyah), Siti Sulastri yang di Pengadilan Kwuntong terdaftar dengan nomor kasus KTCC374/2019 juga menghadapi tuduhan pencurian.

Masih ada satu lagi BMI yang hari ini disidangkan. Di Jadwal persidangan pengadilan Tuen Mun, Nurhayati terdaftar sebagai salah satu yang akan diadili hari ini. Nurhayati yang terdaftar dengan nomor kasus TMS13092/2018 disidangkan dengan tuduhan bolos dari kewajiban membayar hutang.

apakabar

Sumber https://www.suarabmi.com

Sudah Diselingkuhi Suami, Uang Kirimannya Juga Diberikan Kepada Janda, Nasib Tkw Ini Mengenaskan

SUARABMI.COM - Barangkali, beliau berselingkuh alasannya yaitu ingin mendapat kebahagiaan. Maklum, Markonah, 33, istrinya, menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia selama bertahun-tahun.

Untuk mencukupi kebutuhan biologisnya, Markucel melampiaskan nafsunya kepada Srintil, 25, tetangganya di Kromengan, Kabupaten Malang, yang sudah menjanda selama dua tahun. Setiap kesepian, Markucel menemui Srintil untuk mendapat sajian STMJ (siap tempur malam Jumat).

Sebagai pria normal, tentu Markucel bahagia. Apalagi, Srintil tergolong wanita yang rajin merawat tubuhnya. Mereka selalu bermain AKAP (abang besar lengan berkuasa adek puas). Sebagai imbalannya, Markucel rajin memberi uang belanja untuk Srintil. Uang itu hasil jerih payah Markonah selama di tanah rantau.

Perselingkuhan itu pun berlangsung selama hampir lima tahun. Itu alasannya yaitu Markucel tergolong pria yang bermain rapi. Dia tidak pernah meninggalkan jejak setiap ber-hohohihe dengan Srintil.
[ads-post]
Tapi, sepandai-pandainya Markucel menutupi perselingkuhan, tetap tertangkap berair juga. Desember 2018 lalu, perselingkuhan mereka diketahui Markonah. Mungkin alasannya yaitu perasaannya aneh, hasilnya mendadak pulang tanpa memberi kabar.

Setibanya di rumah, Markonah tidak bertemu Markucel. Dia sempat bertanya kepada tetangga, tapi tidak ada yang tahu. Tanpa sengaja, Markonah mendapat kabar dari orang bahwa Markucel sering bermain Gundu (Guling-guling di Bawah Gardu) dengan Srintil.

Mulanya beliau tidak percaya. Tapi, sehabis memergokinya sendiri, hasilnya beliau murka dan mengajukan somasi cerai di kantor Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Malang. 

Kini, kasusnya telah berakhir dan mereka resmi bercerai. ”Klien aku ini sudah bertahun-tahun jadi TKI. Nah, suaminya ini tertangkap berair berbuat menduakan dengan wanita lain. Padahal, semua kebutuhan sudah dicukupi klien saya,” ujar AS, kuasa aturan Markonah.

radarmalang

Sumber https://www.suarabmi.com

Suami Di Taiwan Setahun Tak Hubungi Istri Dan Anak, Ketika Disusul Ternyata Sudah Punya Pacar Gres Di Taiwan

SUARABMI.COM - Seorang tenaga kerja Indonesia asal Pemalang, SJ (38) bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Yilan, Taiwan yang dikabarkan selama setahun tidak menghubungi istri dan anaknya, ternyata sudah memiliki perempuan lain.

Menurut penuturan sang istri AZ, Minggu (7/4/2019) melalui pesan singkat, suaminya berangkat ke Taiwan melalui PJTKI Muara Mas Global Jakarta sebagai ABK di Taiwan, meninggalkan istri dan anak yang gres berumur tiga bulan.

“Ceritanya ketika suami saya berangkat ke Taiwan tahun 2017 anak saya masih berusia tiga bulan dan awal tahun 2018 saya kehilangan kontak hingga sekarang, "jelasnya. 

Sebagai istri AZ mengaku murung dikala sang buah hati menanyakan kepulangan ayahnya. AZ sempat frustasi tidak juga mendapat gosip perihal keberadaan dan nasib suaminya. Kemudian ia tetapkan menjadi TKW, dengan tujuan menyusul dan mencari suaminya ke Taiwan, berharap ia mendapat gosip serta dapat menemukan suaminya kembali.
[ads-post]
Selama sebulan AZ bekerja di Taiwan, ia terus mencari gosip perihal keberadaan suaminya. Awal bulan April, ia mencoba memposting di Facebook group TKI Taiwan dengan impian dapat menemukan suaminya. Ada salah satu TKI yang menulis di komentar jikalau suaminya sudah punya perempuan lain.

Sebagai seorang istri, AZ berusaha meyakinkan kebenaran kabar tersebut. Tanpa disangkanya, ternyata suaminya benar menduakan dengan perempuan lain, bahkan perempuan yang disebut sebagai selingkuhan SJ menyuruh AZ meninggalkan suaminya.

"Dan perempuan itu mengancam saya, jikalau saya masih menghubungi suamiku, ia akan melukai suami saya, "ungkapnya.

Dalam kesedihan dan kepasrahan AZ hanya berpesan sekaligus mengharap pada suaminya SJ agar mau menelpon ia dan orang tuanya untuk terakhir kali juga menelpon mertuanya (orang renta SJ).

"Tolong suruh telpon terakhir ke saya dan ke orang renta saya juga orang tuanya dia, "pungkasnya.

Sumber https://www.suarabmi.com

Sentuh 'Bokong' Warga Taiwan Di Eskalator, Seorang Tki Dipolisikan Dan Ditangkap Dalam Pencarian 10 Menit Saja

SUARABMI.COM - Seorang TKI di Taiwan dilaporkan ke polisi alasannya ialah sudah menyentuh bokong seorang warga Taiwan bermarga Chen.

Chen melaporkan TKI tersebut dengan tuduhan telah melaksanakan tindakan pelecehan s*ksual ketika menaiki eskalator di lokasi MRT Shongshan, Taipei City.

Mengutip dari  United Daily News (27/3), Polisi MRT Departemen Kepolisian Taipei City yang ketika itu sedang patroli Minggu (24/3) menerima laporan dari seorang warga berusia 20 tahun akan tindakan TKI ketika menaiki eskalator, dimana bokongnya di pegang dari belakang.

Saat itu juga petugas yang dipimpin Huang Bangzheng segera bergegas melaksanakan pencarian dan pribadi menyebar info ke banyak sekali tempat.
[ads-post]
Berdasarkan keterangan dari pelapor ihwal ciri-ciri dan aksara pelaku, dalam waktu kurang dari 10 menit petugas patroli sudah berhasil menangkapnya.

Pelaku seorang pria (37) tenaga kerja Indonesia yang tidak disebutkan namanya kemudian dibawa ke kantor polisi untuk diinterograsi.

Dalam keterangannya kepada polisi, pelaku tersebut membantah jikalau ia telah melaksanakan tindakan pelecehan s*ksual. Ia menyampaikan jikalau tangannya terbentur dan tidak sengaja menyentuh bokong korban.

Namun, sehabis melalui identifikasi dari pelapor akan kebenaran bukti laporan, alhasil kasus tersebut diteruskan ke jalur aturan dengan tuduhan pelecehan s*ksual. 

Sumber https://www.suarabmi.com