Jepang Butuh 47.550 Tenaga Kerja, Kemenperin Siap Pasok Sdm Dari Indonesia

SUARABMI.ID - Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pemenuhan kebutuhan sumber daya insan (SDM) industri yang kompeten dari Indonesia untuk bekerja di Jepang. 

Hal ini sebagai kepingan dari respons terhadap regulasi mengenai visa kerja gres untuk tenaga kerja aneh di Jepang pada 14 sektor bidang usaha, yang mulai berlaku pada 1 April 2019. 

“Kami tentunya menyambut baik adanya peraturan tersebut. Ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia yang sedang menggalakkan kegiatan peningkatan kualitas SDM melalui aneka macam kegiatan pendidikan dan pembinaan vokasi industri,” sebut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto dikutip dari siaran persnya, Senin (18/3/2019). 

Harjanto mmenyampaikan hal itu, sesudah bertemu dengan perwakilan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI) Jepang, Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, serta Japan External Trade Organization (JETRO), beberapa waktu lalu. 

"Ini sebagai wujud transfer pengetahuan,” ujarnya. Dia menjelaskan, Kemenperin memiliki sejumlah kegiatan pendidikan dan pembinaan vokasi industri guna menghasilkan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan perusahaan ketika ini, terutama dalam kesiapan memasuki kala industri 4.0. “Misalnya, kami punya kegiatan pendidikan vokasi yang link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri,” sebutnya. 

Dengan adanya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, beliau menyakini hal itu bisa menjadi jembatan untuk perembesan SDM industri Indonesia. “Sebagai bentuk akad Kemenperin dalam peningkatan kualitas SDM, khususnya di sektor industri, kami telah membentuk unit eselon 1, yaitu Badan Pengembangan SDM Industri. Jadi, kami berkomitmen untuk membantu permasalahan kekurangan SDM industri di Jepang,” ucapnya. 

Harjanto optimistis, SDM industri Indonesia akan menjadi pilihan terbaik bagi sejumlah industri di Jepang. “Sebab, SDM industri Indonesia populer sangat cocok bekerja di Jepang mengingat huruf masyarakat Indonesia yang selalu fokus, sopan, serta respect,” ungkapnya. 
[ads-post]
Sementara itu Ikeda dari METI menyebutkan, selama ini permasalahan kekurangan tenaga kerja di Jepang sangat terbantu dengan adanya kegiatan pemagangan, termasuk akseptor pemagangan dari Indonesia. 

Namun, lanjut Ikeda, jikalau mengandalkan dari akseptor magang, tentu tidak bisa mencukupi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. 

Dengan diberlakukannya visa kerja baru, akseptor magang yang telah menuntaskan programnya berkesempatan untuk bekerja di Jepang dengan visa kerja keterampilan khusus. 

Dalam bagan visa kerja tokuteiginou, kebutuhan tersebut sanggup dipenuhi dari akseptor magang yang telah kembali ke Indonesia. 

Selain itu, ada juga jalur melalui pemegang visa pendidikan (ryugakusei), atau tenaga kerja gres yang belum pernah bekerja di Jepang, namun memiliki kemampuan bahasa dan tingkat keterampilan (skill) yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang. 

“Kami berharap, untuk sourcing yang terakhir ini, ujian keterampilan bisa dilaksanakan di Indonesia, dengan standar yang ditetapkan sesuai kebutuhan industri di Jepang. Oleh sebab itu, kami merasa perlu berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, semoga bagan visa kerja gres tersebut sanggup dilaksanakan dengan baik dan bermanfaat bagi aneka macam pihak,” tandasnya. 

Berdasarkan catatan METI, total kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada 14 bidang perjuangan pada tahun pertama ini akan mencapai 47.550 orang, yang terdiri dari sektor manufaktur sebanyak 15.400 orang mencakup industri materi baku, manufaktur mesin industri, serta industri terkait listrik dan gosip elektronik. 

Selanjutnya, industri galangan kapal dan industri kelautan, bengkel mobil, industri penerbangan, serta industri masakan dan minuman. 

Diproyeksi, pada lima tahun ke depan, total kebutuhan tenaga kerja di Jepang pada 14 bidang usaha, akan mencapai 345.150 orang, dengan sektor industri sebanyak 87.650 orang.

Sumber https://www.suarabmi.com

Kekurangan Tenaga, Taiwan Akan Datangkan 450 Tki Bulan Depan Untuk Dilatih Dan Dipekerjakan Di Sektor Pertanian | Buruan Daftar

SUARABMI.COM - Otoritas pemerintah Taiwan akan mengizinkan lebih dari 450 cowok asal Indonesia untuk tiba dan bekerja ke Taiwan pada bulan depan untuk membantu meringankan problem pelik yang dihadapi Taiwan ketika ini yakni minimnya sumber daya insan (SDM).

Akibat kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian Taiwan, Ketua Dewan Pertanian (COA) Taiwan Chen Chi-chung dalam konferensi pers pada hari Jumat (08/03) menyampaikan bahwa pihaknya mengambil kebijakan untuk membuka lowongan bagi tenaga kerja asal Indonesia (TKI) untuk mengisi posisi tersebut.

Berbicara pada sidang legislatif, Chen menyampaikan bahwa sekitar 450 warga negara Indonesia (WNI) akan tiba di Taiwan pada bulan April dan berguru keterampilan di bidang pertanian di stasiun penelitian dan penyuluhan pertanian Taiwan selama dua sampai empat minggu.

Para TKI ini kemudian akan bekerja di banyak sekali sektor pertanian yang terbagi di seluruh wilayah bab di Taiwan. Namun Chen tidak menyebutkan berapa usang para TKI tersebut sanggup tinggal dan bekerja di Taiwan.
[ads-post]
Menurut kepala pertanian Taiwan, aktivitas ini berpola sesudah sistem magang yang dilakukan oleh pemerintah Jepang yang memungkinkan perusahaan Jepang untuk mendapatkan pekerja terampil gila dari negara berkembang untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja yang dihadapi negara tersebut.

Program itu telah menguntungkan pemerintah Jepang dengan membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja sambil juga memperlihatkan keterampilan magang yang sanggup dibawa pulang oleh pekerja migran sebagai penambahan skill mereka dan sanggup dipakai untuk berbagi negara mereka sendiri sesudah kembali dari perantauan.

Langkah-langkah lain juga sedang direncanakan oleh forum pemerintah lainnya untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang ketika ini dialami oleh bidang pertanian Taiwan.

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan pada tanggal 30 Januari kemudian telah menyetujui penggunaan pekerja gila di sektor peternakan sapi perah dan sektor pameran pertanian. Dimana kebijakan tersebut akan berlaku paling cepat di bulan Juli mendatang.

Pada sidang legislatif yang sama yang digelar pada harui Jumat, Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) Chiu Yi-ying mempertanyakan apakah dengan langkah ini sektor pertanian Taiwan akan sanggup memasok makanan ke Jepang selama Olimpiade Tokyo di tahun 2020 mendatang.

Chen menyampaikan pemerintah Taiwan sedang mengerjakan dua taktik untuk mencapai tujuan itu. Salah satunya yaitu membantu petani Taiwan mematuhi standar keamanan pangan Jepang dan yang lainnya yaitu menstabilkan dan terus meningkatkan volume ekspor ke Jepang bahkan ketika harga pangan tengah mengalami fluktuasi.

CNANews, Focus Taiwan, Indogo

Sumber https://www.suarabmi.com

Visa Dipermudah, Magang Di Jepang Dapat Pribadi Kerja

SUARABMI.COM - Mulai bulan depan, warga negara gila yang magang di Jepang bisa eksklusif bekerja di Jepang tanpa repot mengurus ulang visa bekerja. Delegasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Perindustrian (METI) Jepang, Yoko Ikeda, menuturkan bahwa terhitung 1 April 2019, akan diberlakuan visa kerja gres untuk tenaga kerja gila pada 14 sektor bidang pekerjaan.

"Selama ini Jepang sangat terbantu dengan aktivitas pemagangan, termasuk akseptor pemagangan dari Indonesia. Dengan diberlakukannya visa kerja gres tersebut akseptor magang yang telah menuntaskan aktivitas magang, berkesempatan bekerja di Jepang dengan visa kerja keterampilan khusus atau dalam bahasa Jepang disebut tokuteiginou," ucap Ikeda dalam siaran pers di Jakarta, Selasa 19 Maret 2019.

Dalam denah visa kerja tokuteiginou tersebut, Ikeda berharap akseptor magang yang telah pulang ke Indonesia bisa kembali bekerja di Jepang. "Selain itu, ada juga jalur melalui pemegang visa pendidikan (ryugakusei), atau tenaga kerja gres yang belum pernah bekerja di Jepang, namun memiliki kemampuan bahasa dan tingkat keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri di Jepang," kata dia.
[ads-post]
Kementerian Ketenagakerjaan eksklusif menyatakan siap memenuhi kebutuhan Jepang akan tenaga kerja asal Indonesia. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kemenaker, Bambang Satrio Lelono mengatakan, Indonesia percaya diri bisa membantu Jepang.

"Saya menyambut baik kunjungan ini sebab pada waktu yang sama pemerintah Indonesia juga sedang fokus dan memperlihatkan prioritas pada aktivitas peningkatan kualitas SDM," ungkapnya dalam siaran pers yang sama.

Kemenaker memang tengah fokus menggenjot peningkatan kompetensi SDM melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Satrio optimistis lulusan BLK bisa bersaing di dunia industri, baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk di Jepang. "Kami akan menyesuaikan sistem training di BLK dengan kebutuhan sektor industri, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia," tutur dia. 

Sumber https://www.suarabmi.com

Yes, Mol Taiwan Restui Peternak Mempekerjakan Tki Dengan Honor Minimal Nt$ 28.000

SUARABMI.COM - Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan menyampaikan Selasa kemarin (9/4) bahwa peternakan sapi perah akan diizinkan untuk mempekerjakan sampai 400 pekerja migran dalam upaya membantu menuntaskan duduk perkara kekurangan tenaga kerja di sektor itu, mulai hari selasa kemarin. 

Hsueh Chien-chung (è–› é‘‘ å¿ ), kepala seksi di Badan Pengembangan Tenaga Kerja kementerian, menyampaikan bahwa peternakan sapi perah yang berkualitas sanggup mempekerjakan pekerja migran sesuai dengan mekanisme untuk merekrut pekerja lokal. 

Menurut MOL, peternakan sapi perah dengan minimal 80 ekor sapi yang dikala ini mempekerjakan setidaknya empat pekerja peternakan lokal akan memenuhi syarat untuk melamar satu pekerja migran, dengan upah bulanan minimum NT $ 28.000 (12,8 Juta).

Selain itu, Taiwan juga akan mengizinkan sampai 450 perjaka Indonesia untuk bekerja di sektor pertanian setiap tahun di bawah aktivitas magang pertanian, dengan kelompok pertama yang terdiri dari 75 orang diperkirakan akan datang pada bulan Mei, pejabat Dewan Pertanian (COA) resmi Su Meng-lan (蘇夢蘭) mengatakan, menambahkan bahwa 118 peternakan telah mengajukan usul sehabis pengumuman aktivitas pada bulan Maret. 
[ads-post]
Rencana tersebut didasarkan pada sistem magang yang diterapkan oleh pemerintah Jepang yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Jepang untuk mendapatkan pekerja terampil absurd dari negara berkembang untuk mengisi kesenjangan tenaga kerja, berdasarkan COA. 

Langkah-langkah lain juga sedang direncanakan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja pertanian Taiwan.

COA sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan asosiasi petani lokal untuk merekrut pekerja migran secara langsung, meskipun setiap asosiasi yang menentukan untuk melakukannya terlebih dahulu harus melalui tinjauan oleh pejabat COA, pemerintah kawasan dan para ahli, kata Su. 

COA mengadakan pertemuan pertama untuk membahas bagan rekrutmen pada 28 Maret, rancangan planning diperlukan akan selesai pada simpulan April, berdasarkan Su.

Sumber https://www.suarabmi.com

Mengaku Tak Ada Kerjaan Di Indonesia, Tkw Ini Nekad Bekerja Ilegal Dengan Menyamar Sebagai Pengunjung Casino Di Singapura Dengan Honor 14 Juta

SUARABMI.COM - Seorang perempuan Indonesia berusia 36 tahun yang mengaku berjulukan Tina menyampaikan kepada sebuah surat kabar Singapura perihal bagaimana ia dan pekerja migran ilegal lainnya dari Indonesia mengunjungi negara itu berulang kali dengan menyamar sebagai pengunjung kasino.

Tina setiap kali ke Singapura selalu berbohong kepada petugas imigrasi bahwa ia tiba untuk mencoba peruntungannya di kasino Marina Bay.

Segera sehabis ia diberikan izin untuk tinggal selama 23 hari, Tina bergegas ke Marina Bay Sands untuk memindai paspornya sebagai bukti telah mengunjungi kasino.

Dia tahu hal ini salah, memasuki Singapura dengan visa wisata untuk bekerja secara ilegal, tetapi ia mengklaim tidak punya pilihan sebab tidak ada pekerjaan yang tersedia di Indonesia.

Orang Indonesia ilegal dibayar S $ 8- $ 10 (84 ribu - 105 ribu) per jam, bekerja sebagai pekerja bangunan, pelayan restoran, pelayan atau petugas kebersihan rumah tangga.
[ads-post]
Banyak dari mereka berbaris setiap pagi di Kampong Kapor Road, alias Little India, mencari calon majikan yang akan menjemput mereka pada hari itu.

Seorang kontraktor konstruksi yang tak ingin disebutkan namanya menyampaikan kepada media bahwa mereka akan mencari pekerja sementara di sana sebab mereka memiliki etos kerja yang tinggi, tidak rugi mempekerjakan pekerja ilegal itu.

Sedangkan untuk Tina, ia sanggup menerima penghasilan sampai S $ 1.330 per perjalanan (14 juta), yang setidaknya sepuluh kali lipat dari apa yang sanggup ia dapatkan di rumah di Pulau Batam.

Dari Senin sampai Jumat, ia akan menjadi pekerja rumah tangga, dan pada selesai pekan, ia akan mencuci piring di jamuan pernikahan. Untuk mengurangi biaya, ia tidur di jalanan.

Kementerian Tenaga Kerja menjawab pertanyaan media yang menyampaikan bahwa mereka sedang menyidik dugaan acara perekrutan ilegal di Jalan Kampong Kapor.

Antara 2016 dan 2018, lebih dari 900 orang gila yang mengunjungi Singapura dengan visa perjalanan tertangkap bekerja secara ilegal, sementara 550 pengusaha dieksekusi sebab mempekerjakan pekerja ilegal.

Sumber https://www.suarabmi.com

Kdei Desak Majikan Untuk Liburkan Bmi Taiwan Ahad Depan Supaya Dapat Nyoblos, Berikut Daftar Tps Yang Dapat Didatangi

SUARABMI.COM - Perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan mendesak para majikan untuk meliburkan para BMI ahad depan (14 April) supaya mereka dapat menentukan calon presiden mereka dan menyalurkan suaranya.

Perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan menyurati para majikan pada tanggal 10 Maret kemudian supaya pada tanggal 14 April semua BMI diliburkan untuk memilih, kata Didi Sumedi, kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Indonesia.

Indonesia akan segera mengadakan pemilihan umum dan "setiap bunyi sangat berarti bagi perkembangan masa depan Indonesia," kata Sumedi. 
[ads-post]
Surat itu juga mencantumkan lokasi 34 kawasan pemungutan bunyi yang akan didirikan di seluruh Taiwan.

Menurut aturan Indonesia, warga negara yang berusia 17 tahun ke atas berhak memilih, termasuk warga negara yang ketika ini tinggal di luar negeri. 

Menurut statistik Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan, ada sekitar 269.000 pekerja migran dari Indonesia pada simpulan Januari 2019, menyebabkan negara itu sumber buruh migran terbesar di Taiwan. 


Sumber https://www.suarabmi.com

25.000 Tki Taiwan Tak Sanggup Menentukan Dalam Pilpres 2019 Alasannya Ialah Alasan Ini, Bagi Kau Yang Tidak Sanggup Undangan, Begini Cara Menyalurkan Hak Suaramu

SUARABMI.COM - Pilpres luar negeri akan diselenggarakan semenjak hari ini yaitu 8 sampai 14 April 2019 dimana khususnya di Taiwan akan dilaksanakan ahad nanti yaitu pada tanggal 14 April 2019.

Walaupun KDEI sudah mengeluarkan surat ijin untuk para majikan semoga meliburkan para TKI, namun banyak diantara TKI yang tidak sanggup menentukan atau menyalurkan suaranya pada tanggal 14 April nanti.

Setidaknya yang murni tidak sanggup menentukan ada lebih dari 25.000 TKI dimana mereka bersatus kaburan atau ilegal di Taiwan (data imigrasi Taiwan simpulan 2018), tidak memegang paspor sebagai syarat memilih.

Selain itu masih banyak juga TKI yang mengaku tidak sanggup libur alasannya yaitu tak diijinkan majikannya dan banyak yang enggan tiba alasannya yaitu tak sanggup undangan.
[ads-post]
Untuk yang tidak sanggup undangan, sanggup tiba ke TPS terdekat dengan membawa paspor dan e-KTP Indonesia untuk mengalurkan suaranya, alasannya yaitu semua warga Indonesia yang berusia 17 tahun atau sudah ber KTP wajib menyalurkan suaranya.

Makara jangan sia - siakan suaramu karena "Setiap suara sangat berarti bagi perkembangan masa depan Indonesia" Kata Sumedi, kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Indonesia.

Menurut statistik Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan, ada sekitar 269.000 pekerja migran dari Indonesia pada simpulan Januari 2019, hal ini akan sangat berarti pada pemilihan bunyi pemilu tahun 2019 ini.

Jangan menunggu ajakan apalagi 'amplop' dari calon yang kau pilih, datanglah dengan kesadaran hati, selamatkan Indonesia dari kehancuran dimasa mendatang, alasannya yaitu salah pilih presiden akan berakibat 5 tahun kedepan. Sampaikan amanahmu melalui pilihanmu, kawan...!

Sumber https://www.suarabmi.com

Tegal Menghasilkan 40 Pmi Sukses Melalui Training Kewirausahaan


BNP2TKI, Tegal (28/03) - - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bersama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM), pada hari Rabu (27/03/2019) melaksanakan acara Pelatihan Kewirausahaan Bagi Keluarga / Pasca Pekerja Migran Indonesia (PMI) bertempat di Riez Palace Hotel, Kabupaten Tegal, Jl. Gajah Mada No. 75, Tegal - Jawa Tengah. 
 
Pelatihan Kewirausahaan tersebut diikuti oleh sebanyak 40 orang, salah satu akseptor Suhartono (38th) merupakan mantan PMI Taiwan yang bekerja pada sektor Pelaut Perikanan pada tahun 2008 - 2010 sangat antusias dengan diselenggarakannya acara Pelatihan Kewirausahaan, alasannya ialah mendapat edukasi dan pengetahuan perihal Kewirausahaan, ungkap Suhartono. 
 
Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Kewirausahaan, Kemenkop dan UKM Budi Mustopo menyampaikan bahwa acara ini merupakan Sinergi antara Kemenkop dan UKM dengan BNP2TKI serta menjalankan amanat dari Keppres No. 72 Tahun 2018, menjelaskan bahwa Kemenkop dan UKM sebagai leading sektor untuk mensosialisasikan acara UKM dan Pilot Project. 
 
Deputi Perlindungan Anjar Prihantoro memberikan khusus alasan bersinergi dengan Kemenkop dan UKM tujuannya alasannya ialah ingin mensejahterahkan kehidupan PMI terutama bagi keluarga PMI. 
 
BNP2TKI pada tahun 2015 - 2019 telah melatih sekitar 25.000 orang dan sebanyak 10.000 orang telah sukses menjadi pengusaha itu artinya bila setiap pengusaha atau mantan PMI mempekerjakan minimal 4 orang maka telah terserap tenaga kerja sebanyak 40.000 orang, sebaliknya bila PMI tersebut memiliki 2 orang anak maka dikalikan lagi 4 jadi total seluruhnya 160.000 orang, tegas Anjar. 
 
Selain itu, Anjar menjelaskan bahwa Wirausaha sanggup diartikan sebagai "seseorang yang berani melaksanakan perjuangan dan sanggup memanfaatkan perjuangan dari luar untuk dikelola sendiri", selain multiplayer effect sangat bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. 
 
"Bappeda memberikan masa kedepan ialah masa pengembangan sumber daya insan (SDM) sehingga nantinya akan menghasilkan SDM yang berkompeten", ujar Anjar. 
 
Turut Hadir: Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kab. Tegal Suspriyatin, Kabid Lembaga Kewirausahaan Kemenkop dan UKM Anang Rachman, Kasubdit Fasilitasi dan Rehabilitasi TKI Purna BNP2TKI Yeni Agus Winoto, Kasi Kerjasama Antar Lembaga Non Keuangan BNP2TKI Yunita Puspitasari.

Sumber : BNP2TKI
Sumber http://www.savepmi-taiwan.org