SUARABMI.COM - Seorang pengasuh di Taipei menjadi tersangka atas tewasnya bayi laki - laki yang gres berusia 11 bulan di sebuah sentra perawatan bayi di Taipei, rekaman CCTV menjadi bukti berpengaruh atas kelakuan pengasuh tersebut.
Kronologinya pada hari Senin, pengasuh berusia 40 tahun yang bermarga Lia menyampaikan bahwa bayi itu sarapan pukul 10 pagi dan lalu tidur siang di sebuah sentra perawatan bayi di Bagian 1, Kangning Road di Distrik Neihu Taipei. Lia menyampaikan bahwa beliau bertugas mengawasi semua bayi dikala mereka tidur siang, tetapi tidak menawarkan klarifikasi wacana apa yang terjadi selanjutnya.
Jam 2 siang. seorang koki berusia 61 tahun untuk sentra perawatan bayi bermarga Wu (吳) bersiap untuk memberi makan bayi kudapan sore. Dia melihat bahwa seorang anak laki-laki, bermarga Li (李), masih berbaring dan tidak ada tanda - tanda pergerakan dikala dipanggil - panggil.
Ketika Wu membalikkan bayi itu, beliau menemukan kulitnya telah bermetamorfosis ungu. Dia panik dan buru-buru memanggil seorang perawat, yang segera menerapkan CPR dan memanggil pemadam kebakaran.
[ads-post]
Paramedis membawa bayi itu ke rumah sakit terdekat, tetapi dokter tidak sanggup menyelamatkannya.
Ketika polisi meninjau rekaman kamera pengintai dari kamar daerah bawah umur tidur, mereka menemukan bahwa Lia telah berbaring di atas bayi selama 19 menit dan sampai bayi itu tak terlihat alasannya tertutup tubuh Lia.
Polisi segera mengamankan Lia ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei atas tuduhan pembunuhan yang lalai (過失 致死 罪). Dia lalu dibebaskan dengan jaminan.
Ayah anak pria itu memutuskan untuk mengumumkan kasus itu kepada media dan menyampaikan kepada media bahwa perempuan itu telah menindih anaknya dalam posisi yang tidak pantas dan menekannya di tanah selama 19 menit sebelum beliau meninggal alasannya mati lemas.
Dalam rekaman video yang telah dirilis oleh polisi, perempuan itu sanggup dilihat berbaring miring di atas bayi pria dengan wajah menghadap ke tikar. Sepanjang video, bayi terlihat berusaha berjuang bebas, tetapi perempuan itu terus memeluknya dengan erat, menawarkan sedikit atau tidak ada ruang untuk bernafas.
Orang bau tanah anak itu ngeri dengan apa yang mereka lihat dan menuntut supaya sentra perawatan bayi memberi mereka keadilan.
Polisi menyampaikan bahwa penyebab niscaya janjkematian belum ditentukan sebelum otopsi pada anak tersebut dan bencana itu masih dalam penyelidikan.
Sumber https://www.suarabmi.com
Kronologinya pada hari Senin, pengasuh berusia 40 tahun yang bermarga Lia menyampaikan bahwa bayi itu sarapan pukul 10 pagi dan lalu tidur siang di sebuah sentra perawatan bayi di Bagian 1, Kangning Road di Distrik Neihu Taipei. Lia menyampaikan bahwa beliau bertugas mengawasi semua bayi dikala mereka tidur siang, tetapi tidak menawarkan klarifikasi wacana apa yang terjadi selanjutnya.
Jam 2 siang. seorang koki berusia 61 tahun untuk sentra perawatan bayi bermarga Wu (吳) bersiap untuk memberi makan bayi kudapan sore. Dia melihat bahwa seorang anak laki-laki, bermarga Li (李), masih berbaring dan tidak ada tanda - tanda pergerakan dikala dipanggil - panggil.
Ketika Wu membalikkan bayi itu, beliau menemukan kulitnya telah bermetamorfosis ungu. Dia panik dan buru-buru memanggil seorang perawat, yang segera menerapkan CPR dan memanggil pemadam kebakaran.
[ads-post]
Paramedis membawa bayi itu ke rumah sakit terdekat, tetapi dokter tidak sanggup menyelamatkannya.
Ketika polisi meninjau rekaman kamera pengintai dari kamar daerah bawah umur tidur, mereka menemukan bahwa Lia telah berbaring di atas bayi selama 19 menit dan sampai bayi itu tak terlihat alasannya tertutup tubuh Lia.
Polisi segera mengamankan Lia ke Kantor Kejaksaan Distrik Taipei atas tuduhan pembunuhan yang lalai (過失 致死 罪). Dia lalu dibebaskan dengan jaminan.
Ayah anak pria itu memutuskan untuk mengumumkan kasus itu kepada media dan menyampaikan kepada media bahwa perempuan itu telah menindih anaknya dalam posisi yang tidak pantas dan menekannya di tanah selama 19 menit sebelum beliau meninggal alasannya mati lemas.
Dalam rekaman video yang telah dirilis oleh polisi, perempuan itu sanggup dilihat berbaring miring di atas bayi pria dengan wajah menghadap ke tikar. Sepanjang video, bayi terlihat berusaha berjuang bebas, tetapi perempuan itu terus memeluknya dengan erat, menawarkan sedikit atau tidak ada ruang untuk bernafas.
Orang bau tanah anak itu ngeri dengan apa yang mereka lihat dan menuntut supaya sentra perawatan bayi memberi mereka keadilan.
Polisi menyampaikan bahwa penyebab niscaya janjkematian belum ditentukan sebelum otopsi pada anak tersebut dan bencana itu masih dalam penyelidikan.

